Worship Resources Class Course Events
Get App
LOGIN
SIGN IN
Forgot Password?
or
Membangun Identitas Penyembah
Siapapun kita, seberapapun usia kita, kita tidak akan pernah menjadi maksimal saat kita belum menemukan identitas kita di dalam Kristus.

Yohanes 4:23-24

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah- penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah- penyembah demikian. 
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah- Nya dalam roh dan kebenaran. "
Bagaimana kita bisa membangun identitas seorang penyembah di dalam hidup kita:

1. Mengalami kasih Bapa di hidup kita
Saat kita benar-benar mengalami kasih Bapa dalam hidup ini, kita akan dituntun kepada jalan-jalan yang Tuhan tentukan bagi kita. Ketika kita kehilangan kasih seorang bapa di dunia ini saja, ada beberapa hal negatif yang terjadi misalnya tindak kriminalitas oleh para remaja. Dan tidak cukup sampai di situ saja, saat mereka menjadi dewasa pun, mereka bisa menjadi seorang kriminal. Bahkan para remaja putri kulit putih banyak yang jatuh dalam seks bebas dan hubungan seks pra nikah hanya karena tidak hadirnya figur seorang bapa di hidup mereka (menurut hasil survei penelitian di Amerika Serikat).

Kekristenan bukanlah agama. Kekristenan adalah hubungan dengan Sang Bapa. Saat kita mengalami persekutuan dengan Sang Bapa, kita akan menemukan identitas kita di dalam Tuhan.

Yakobus 4:8

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang- orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Jangan pernah melangkah terlalu jauh dalam sebuah pelayanan sebelum kita mengerti identitas kita di dalam Tuhan. Ada satu masalah serius bagi generasi ini yaitu banyak dari mereka yang tidak mempunyai seorang bapa rohani dalam hidup ini. Seharusnya bapa jasmani dapat juga menjadi bapa rohani dalam hidup seorang anak.

2. Memiliki Roh Keputraan (The Spirit of Sonship)

Matius 7:21-23

Bukan setiap orang yang berseru kepada- Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa- Ku yang di sorga. 
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada- Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama- Mu, dan mengusir setan demi nama- Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama- Mu juga? 

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada- Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! "

Banyak pelayan Tuhan yang sekarang seringkali hanya sekedar melakukan pelayanan tetapi tidak pernah membangun keintiman dengan Tuhan. Mereka melayani hanya karena rutinitas, karena tugas, karena pekerjaan, atau karena uang. Pembuat kejahatan dalam versi bahasa Inggrisnya ditulis sebagai "lawlessness" yang artinya suatu keadaan tanpa hukum. Keadaan tanpa hukum artinya tidak taat dan tidak tunduk, tidak mempunyai roh keputraan.

Yohanes 5:19

Maka Yesus menjawab mereka, kata- Nya: " Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri- Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yang membuat Yesus hidup tanpa cacat cela adalah karena Yesus selalu berhubungan dengan Bapa. Saat kita selalu terhubung dengan Bapa, hidup kita akan selalu fokus memandang Bapa, tidak fokus dan memikirkan kepada hal yang lainnya. Dan Yesus pun selalu taat dan tunduk terhadap otoritas dari Bapa.

Mazmur 27:10

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
Sekalipun Daud memiliki bapa jasmani yang kurang memperhatikan dan mengasihi dia, Daud mengerti bahwa ada Bapa di atas segala bapa. Dan saat Daud membangun relasi dan hubungan dengan Bapa di atas segala bapa, Daud di angkat Tuhan menjadi pribadi yang luar biasa di atas rata-rata di antara generasi sejamannya.
Tanda orang yang memiliki roh keputraan adalah memiliki ketundukan terhadap sebuah otoritas.
Orang yang memiliki roh keputraan tidak hanya akan tunduk dan taat, tetapi juga memiliki tanggung jawab. Daud memulai pelayanan sebagai raja atas Israel dari hal menggembalakan kambing domba yang hanya dua tiga ekor. Setialah dalam perkara-perkara kecil maka Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara besar dalam hidup kita.

3. Mengetahui apa tujuan hidup kita

Filipi 3:10

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan- Nya dan persekutuan dalam penderitaan- Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian- Nya,
Tujuan hidup kita adalah menjadi serupa seperti Tuhan Yesus.Mengapa kita harus menjadi seperti Tuhan Yesus adalah karena Tuhan Yesus adalah Penyembah yang Sejati.

Tragedi terbesar dalam hidup kita bukanlah kematian, tetapi hidup tanpa memiliki tujuan.

Saat seseorang tidak memiliki tujuan hidup, dia akan menjadi pribadi yang mudah putus asa dan pada akhirnya lebih memilih bunuh diri dan kematian sebagai jalan keluar dalam setiap masalah yang dihadapi. Ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan, kita tidak hanya dipanggil untuk percaya kepada Yesus, tetapi juga untuk menderita bersama dengan Dia. Hidup menderita bersama dengan Dia artinya kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan di dalam Tuhan. Menjaga kekudusan bukan dengan kekuatan kita sendiri, sebab kekuatan kita sendiri tidak ada apa-apanya. Kita memerlukan Tuhan dan kasih karunia Tuhan untuk membantu kita, sebab kasih karunia Tuhan artinya kemampuan Tuhan. Tuhan meminjamkan kepada kita kemampuan supaya kita sanggup berjalan dalam kekudusan bersama Tuhan. Saat kita ingin berhasil dalam hidup ini dan tidak jatuh dalam dosa adalah dengan kita mengekspresikan Yesus dalam hidup kita.

Bagaimana cara kita menemukan tujuan hidup kita:
Menurut Rick Warren:
1.Mengasihi Tuhan
2.Mengasihi sesama
3.Memberitakan injil
4.Memberi diri dibabtis dan hidup dalam persekutuan
5.Belajar dan terus belajar

Menurut John C. Maxwell:
1. Melalui pengalaman yang tiba-tiba dan mengejutkan (sama seperti Paulus ketika berjumpa dengan Yesus dalam perjalanannya)
2. Berjalan melewati pintu-pintu sulit (sama seperti Yusuf).
3. Berjalan dalam ketundukan otoritas (sama seperti Ester yg menurut dengan Mordekhai)
4. Sejak dari kandungan/kelahiran (sama seperti Yeremia)
5. Melalui berbagai test karakter yang ada
Testing Article
Unlimited Worship Notification testing. Unlimited WorshipNotification testing. Unlimited
“Christ Is Enough”: Rahasia dalam mengikuti Yesus
Cerita dibalik lagu "Christ is Enough" memiliki banyak makna, seperti apa
Membangun Identitas Penyembah
Siapapun kita, seberapapun usia kita, kita tidak akan pernah menjadi maksimal saat kita